“Sebab Aku ini mengetahui
rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, yaitu rancangan damai
sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan
yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)
Firman Tuhan ini ditulis oleh nabi Yeremia
(pada saat itu ia ada di Yerusalem), kepada tua-tua, imam-imam, nabi-nabi dan
seluruh rakyat Israel yang
ditawan dan diangkut oleh raja Nebukadnezar (pada penyerbuan kedua) dari
Yerusalem ke tempat pembuangan di Babel
. Surat ini
dikirim melalui perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia, yang diutus
oleh raja Zedekia yang saat itu sebagai raja Yehuda, kemungkinan setahun atau
dua tahun setelah rakyat Isreal ditawan
dan berada di pembuangan. Isi suratnya antara lain:
1. Bangsa Israel
harus hidup secara normal, membangun rumah, mengusahakan kesejahteraan atau
kemakmuran kota, di mana Allah menempatkan mereka (di tempat pembuangan),
karena mereka tidak akan kembali ke tanah perjanjian hingga genap 70 tahun.
2. Mereka tidak boleh
mendengarkan nabi palsu yang meramalkan bahwa masa pembuangan itu akan singkat.
3. Mereka yang
tertinggal di Yerusalem (tidak ikut tertawan), akan menderita dengan hebat oleh
hukuman Allah karena mereka tetap memberontak terhadap Allah.
4. Dua nabi palsu
(Ahab bin Kolaya dan Zedekia bin Maaseya) akan dibunuh karena hidup dalam
perzinahan dan memalsukan Firman Allah.
5. Pada akhir 70
tahun penawanan, kaum sisa itu akan sungguh-sungguh mencari Allah dan
dipulihkan; Ia akan menjawab doa mereka
karena rencana-rencana-Nya indah bagi mereka.
Firman Tuhan ini bukan hanya
berlaku kepada bangsa Israel
saja tetapi kepada kita juga. Walaupun apa yang kita alami tidak sama persis
seperti yang dialami bangsa Israel, tetapi ada kesulitan-kesulitan dalam hidup
kita, mungkin itu sakit penyakit, kesulitan ekonomi, pengangguran,
kebangkrutan, dipecat dari pekerjaan, dibenci, diperlakukan tidak adil atau
sewenang-wenang,dan lain sebagainya, semua itu Tuhan izinkan terjadi karena
Tuhan mempunyai maksud dari hal-hal tersebut. Bangsa Israel menderita 70 tahun
lamanya di tempat pembuangan karena mereka memberontak kepada Tuhan Allah,
tetapi Allah berjanji bahwa setelah melewati masa yang ditentukan Allah, Allah
akan mengembalikan mereka ke tanah
perjanjian dan memberikan masa depan yang penuh harapan. Mereka akan dipulihkan jika
sungguh-sungguh bertobat dan mencari Allah.
Allah kita adalah Allah yang Adil, ia menghukum” umat-Nya” jika mereka melakukan kesalahan atau
pelanggaran, tetapi ada saatnya di mana
Ia mengembalikan keadaan umat-umat-Nya pada keadaan yang menjadi tujuan atau
rancangan-Nya. Rancangan Allah sangat
jelas, rancangan damai sejahtera bukan
rancangan kecelakaan. Masa depan yang Tuhan Allah rancangkan adalah masa depan yang
penuh harapan, karena Tuhan adalah sumber pengharapan kita. Ia selalu
merancangkan hal yang baik bagi setiap orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Amin!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar