
Dalam dunia usaha orang
mengenal istilah bonafite, yang berasal dari bahasa Latin bona fide yang
berarti “dapat dipercaya” atau “dapat diimani”.
Seseorang dapat dipercaya kalau ia mempunyai kebenaran mutlak, tapi
sebenarnya dalam Roma 3:10 mengatakan: “Tidak ada orang benar, seorang pun
tidak.” Surat
ini ditulis oleh Paulus kepada Timotius, seorang murid yang mempunyai tanggung jawab
besar sebagai penatua di Efesus, meskipun usianya masih muda. Nama Timotius
berarti “orang saleh yang menghormati Tuhan”. Ia berasal dari latar belakang
keluarga campuran antara Yunani (ayah) dan ibu Yahudi. Keluarganya sungguh-sungguh sangat memperhatikan
kerohanian, makanya jelas dalam ayat 15 menuliskan “sejak kecil telah mengenal
Alkitab/Kitab Suci”. Alkitab
dapat dipercaya dan mampu mengubah hidup seseorang. Alkitab adalah buku tua
paling jujur yang telah menempuh perjalanan ribuan tahun dalam sejarah dengan
berbagai ujian, kritikan, hempasan untuk dibuang dan dimusnahkan, tapi terbukti
sampai sekarang masih ada bahkan merupakan buku paling banyak dicetak dan
paling banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Negara dan bahasa Suku di
dunia.
Alkitab
adalah surat Allah kepada manusia, yang didalamnya adalah sungguh-sungguh
“Firman-Nya”, walaupun yang menuliskan Alkitab adalah kurang lebih 40 orang
dengan latar belakang yang berbeda-beda dalam kurun waktu 1500 tahun. Sekalipun merupakan tulisan dari para penulis yang berbeda dalam 15 abad, tulisan dari para penulis ini dari abad ke abad, antara seorang dengan yang lainnya, tidak bertentangan dan tidak mengandung kesalahan apapun. Para penulis menyajikan perspektif yang berbeda, namun semuanya memproklamirkan Allah yang esa dan sejati yang sama, dan jalan keselamatan yang sama, Yesus Kristus ( Yohanes 14:6; Kisah Para Rasul 4;12). Ayat 16 memberitahukan bahwa Alkitab “dinafaskan” oleh Allah. Allah mengawasi para manusia yang menuliskan kitab-kitab Alkitab sehingga sekalipun mereka menulis dengan gaya tulisan dan kepribadian mereka masing-masing, mereka tetap mencatat secara persis apa yang Allah ingin mereka katakan. Alkitab tidak didikte oleh Allah, namun dituntun dan secara keseluruhan diilhamkan oleh Allah. “Diilhamkan Allah”, dari bahasa asli (Yunani) “theopneustos” terdiri dari kata theos artinya Allah dan pneo yang artinya bernafas. Alkitab itu adalah hidup dan Sabda Allah. Bahkan sampai kata-kata dalam naskah asli, Alkitab itu tidak ada salahnya, benar sepenuhnya, dapat dipercaya dan tidak mungkin salah. Hal ini benar bukan hanya ketika Alkitab membicarakan keselamatan, nilai-nilai etika dan moralitas, tetapi juga tanpa salah tentang segala sesuatu yang dikatakannya, termasuk sejarah dan alam semesta (2 Petrus 1:20-21; Mazmur 119).
Ada
4 manfaat Alkitab yang sangat jelas dituliskan dalam ayat di atas yang
seharusnya menjadi acuan setiap orang yang membaca Alkitab:
1.
Alkitab Bermanfaat
Untuk Mengajar.
Alkitab
mempunyai nilai didaktis (mengajar dan mendidik). Mazmur 119:100, menunjukkan
bahwa usia muda bisa lebih mengerti dari pada yang tua, oleh karena Firman
Allah, demikian juga ayat 98, 99. Alkitab mendatangkan hikmat bagi bagi orang
muda, ataupun orang tua yang belajar darinya. Sebagai orang Kristen, mau atau
tidak mau, kita harus mengenal Alkitab dengan baik. Kita tidak akan kehabisan
pengajaran jika kita sungguh-sungguh belajar dari Alkitab secara tepat.
Pengajaran yang benar adalah pengajaran yang berdasar Alkitab, sebab Alkitab bersifat
normative, dengan demikian Alkitab tetap relevan. Tidak ketinggalan jaman,
meskipun sebagai produk kuno karena ditulis pada jaman kuno, namun maknanya
tidak pernah ketinggalan jaman, tetap actual dan tetap relevan.
2. Alkitab Bermanfaat
Untuk Menyatakan Kesalahan
Alkitab
tidak menutupi kesalahan melainkan menyatakannya. Dosa para raja, para pemimpin
yang seharusnya menjadi panutan, dinyatakan secara terbuka. Banyak orang tidak
senang membaca Alkitab, karena Alkitab berterus terang menyatakan kesalahan
manusia secara individual, maupun secara kolektif atau social. Namun Alkitab
juga terus terang menyatakan akar, dasar, hakekat, sifat-sifat dosa dan
kesalahan. Dengan membaca Alkitab, kita disadarkan bahwa kita salah, supaya
kita bertobat. Sadar akan dosa dan namun juga sadar akan pengampunan dari
Allah. Rasa bersalah tanpa jalan keluar (pengampunan) hanya akan menambah beban
mental seseorang, atau manusia pada umumnya. Namun Alkitab tidak hanya
menyadarkan orang terhadap kesalahannya saja; melainkan juga diberi dan
ditunjukkan jalan pengampunan.
3. Alkitab Bermanfaat
Untuk Memperbaiki Kelakuan
Karena
dosa, maka kelakuan manusia menjadi tidak senonoh. Meskipun dalam dunia
pendidikan, anak didik dinilai kelakuannya, namun kenyataannya pendidikan tidak
mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kelakuan atau mereparasi kelakuan. Tinggi
rendahnya pendidikan seseorang tidak menjamin baik atau buruknya kelakuan seseorang. Surat Keterangan Kelakuan Baik yang dikeluarkan oleh
POLRI juga tidak menjamin bahwa si pemegang surat itu berkelakuan baik. Kelakuan dapat
diperbaiki jika seseorang sadar akan kesalahannya dan menerima pengampunan dari Allah melalui
pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Roh Allah mampu mengubah hati dan pikiran
manusia yang berdosa menjadi berkenan bagi Allah. Berkenan atau tidaknya
seseorang dapat dimengerti dari Alkitab. Membaca Alkitab harus disertai
bimbingan dan pertolongan Roh Kudus
demikian juga dalam penerapannya sehari-hari. Oleh karena itu kita harus
berdoa terlebih dahulu sebelum membaca Alkitab minta Tuhan memampukan kita
memahami dan mengerti apa yang kita baca dan juga mengakhiri dalam doa setelah
selesai membaca Alkitab, supaya Tuhan memampukan kita melakukan Firman-Nya yang sudah kita baca.
4. Alkitab Bermanfaat
Untuk Mendidik Orang ke Dalam Kebenaran
Orang
dibenarkan karena iman (Roma 5:1), namun kehidupan praktis dari orang yang
sudah dibenarkan oleh karya Yesus Kristus, harus berpedoman pada Alkitab.
Marthin Luther sudah berusaha dengan berbagai macam cara supaya berkenan kepada
Allah dengan cara beraskese (menyiksa diri), bertapa, menaiki tangga Pilatus, namun pada akhirnya ia menemukan bahwa kebenaran
hanya di dalam Alkitab. Karena itu salah satu mottonya adalah “Sola Scriptura” ,
hanya Alkitab. Hanya Alkitab yang mampu mendidik atau membuat manusia hidup
baik dan benar.
Kesimpulan
Alkitab tetap relavan (up to date) untuk semua orang di segala tempat, zaman dan segala usia.
Sebagai orang Kristen, kita dapat menjadi saksi yang efektif dan efesien, jika
kita sungguh-sungguh mengenal Alkitab dan hidup didalamnya. Kita
harus sungguh-sungguh
membiasakan diri membaca Alkitab sebagai kebutuhan
sehari-hari, seperti makanan yang kita makan setiap hari. Alkitab tetap dapat
dipercaya, karena Alkitab adalah Firman Allah. Firman Allah ini diperuntukkan bagi
siapa saja yang ingin membacanya, dan yakin bahwa kita akan mengalami kehidupan
yang berbeda dibanding dengan tidak membaca dan mengetahui Alkitab. Selamat Membaca Alkitab, Tuhan Yesus
Memberkati, Amin!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar