Kamis, 30 Agustus 2012

ALKITAB DAPAT DIPERCAYA


“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:15-16) 

Dalam dunia usaha orang mengenal istilah bonafite, yang berasal dari bahasa Latin bona fide yang berarti “dapat dipercaya” atau “dapat diimani”.  Seseorang dapat dipercaya kalau ia mempunyai kebenaran mutlak, tapi sebenarnya dalam Roma 3:10 mengatakan: “Tidak ada orang benar, seorang pun tidak.” Surat ini ditulis oleh Paulus kepada Timotius, seorang murid yang mempunyai tanggung jawab besar sebagai penatua di Efesus, meskipun usianya masih muda. Nama Timotius berarti “orang saleh yang menghormati Tuhan”. Ia berasal dari latar belakang keluarga campuran antara Yunani (ayah) dan ibu Yahudi.  Keluarganya sungguh-sungguh sangat memperhatikan kerohanian, makanya jelas dalam ayat 15 menuliskan “sejak kecil telah mengenal Alkitab/Kitab Suci”.  Alkitab dapat dipercaya dan mampu mengubah hidup seseorang. Alkitab adalah buku tua paling jujur yang telah menempuh perjalanan ribuan tahun dalam sejarah dengan berbagai ujian, kritikan, hempasan untuk dibuang dan dimusnahkan, tapi terbukti sampai sekarang masih ada bahkan merupakan buku paling banyak dicetak dan paling banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Negara dan bahasa Suku di dunia.

 Alkitab adalah surat Allah kepada manusia, yang didalamnya adalah sungguh-sungguh “Firman-Nya”, walaupun yang menuliskan Alkitab adalah kurang lebih 40 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda dalam kurun waktu 1500 tahun.  
Sekalipun merupakan tulisan dari para penulis yang berbeda dalam 15 abad, tulisan dari para penulis ini dari abad ke abad, antara seorang dengan yang lainnya, tidak bertentangan dan tidak mengandung kesalahan apapun. Para penulis menyajikan perspektif yang berbeda, namun semuanya memproklamirkan Allah yang esa dan sejati yang sama, dan jalan keselamatan yang sama, Yesus Kristus ( Yohanes 14:6; Kisah Para Rasul 4;12). Ayat 16 memberitahukan bahwa Alkitab “dinafaskan” oleh Allah. Allah mengawasi para manusia yang menuliskan kitab-kitab Alkitab sehingga sekalipun mereka menulis dengan gaya tulisan dan kepribadian mereka masing-masing, mereka tetap mencatat secara persis apa yang Allah ingin mereka katakan. Alkitab tidak didikte oleh Allah, namun dituntun dan secara keseluruhan diilhamkan oleh Allah. Diilhamkan Allah, dari bahasa asli (Yunani) “theopneustos” terdiri dari kata theos artinya Allah dan pneo yang artinya bernafas. Alkitab itu adalah hidup dan Sabda Allah. Bahkan sampai kata-kata dalam naskah asli, Alkitab itu tidak ada salahnya, benar sepenuhnya, dapat dipercaya dan tidak mungkin salah. Hal ini benar bukan hanya ketika Alkitab membicarakan keselamatan, nilai-nilai etika dan moralitas, tetapi juga tanpa salah tentang segala sesuatu yang dikatakannya, termasuk sejarah dan alam semesta (2 Petrus 1:20-21; Mazmur 119).   
    Ada 4 manfaat Alkitab yang sangat jelas dituliskan dalam ayat di atas yang seharusnya menjadi acuan setiap orang yang membaca Alkitab:
1.  Alkitab Bermanfaat Untuk Mengajar.
Alkitab mempunyai nilai didaktis (mengajar dan mendidik). Mazmur 119:100, menunjukkan bahwa usia muda bisa lebih mengerti dari pada yang tua, oleh karena Firman Allah, demikian juga ayat 98, 99. Alkitab mendatangkan hikmat bagi bagi orang muda, ataupun orang tua yang belajar darinya. Sebagai orang Kristen, mau atau tidak mau, kita harus mengenal Alkitab dengan baik. Kita tidak akan kehabisan pengajaran jika kita sungguh-sungguh belajar dari Alkitab secara tepat. Pengajaran yang benar adalah pengajaran yang berdasar Alkitab, sebab Alkitab bersifat normative, dengan demikian Alkitab tetap relevan. Tidak ketinggalan jaman, meskipun sebagai produk kuno karena ditulis pada jaman kuno, namun maknanya tidak pernah ketinggalan jaman, tetap actual dan tetap relevan.
2. Alkitab Bermanfaat Untuk Menyatakan Kesalahan
Alkitab tidak menutupi kesalahan melainkan menyatakannya. Dosa para raja, para pemimpin yang seharusnya menjadi panutan, dinyatakan secara terbuka. Banyak orang tidak senang membaca Alkitab, karena Alkitab berterus terang menyatakan kesalahan manusia secara individual, maupun secara kolektif atau social. Namun Alkitab juga terus terang menyatakan akar, dasar, hakekat, sifat-sifat dosa dan kesalahan. Dengan membaca Alkitab, kita disadarkan bahwa kita salah, supaya kita bertobat. Sadar akan dosa dan namun juga sadar akan pengampunan dari Allah. Rasa bersalah tanpa jalan keluar (pengampunan) hanya akan menambah beban mental seseorang, atau manusia pada umumnya. Namun Alkitab tidak hanya menyadarkan orang terhadap kesalahannya saja; melainkan juga diberi dan ditunjukkan jalan pengampunan.
3. Alkitab Bermanfaat Untuk Memperbaiki Kelakuan
Karena dosa, maka kelakuan manusia menjadi tidak senonoh. Meskipun dalam dunia pendidikan, anak didik dinilai kelakuannya, namun kenyataannya pendidikan tidak mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kelakuan atau mereparasi kelakuan. Tinggi rendahnya pendidikan seseorang tidak menjamin baik atau buruknya  kelakuan seseorang. Surat Keterangan Kelakuan Baik yang dikeluarkan oleh POLRI juga tidak menjamin bahwa si pemegang surat itu berkelakuan baik. Kelakuan dapat diperbaiki jika seseorang sadar akan kesalahannya  dan menerima pengampunan dari Allah melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Roh Allah mampu mengubah hati dan pikiran manusia yang berdosa menjadi berkenan bagi Allah. Berkenan atau tidaknya seseorang dapat dimengerti dari Alkitab. Membaca Alkitab harus disertai bimbingan dan pertolongan Roh Kudus  demikian juga dalam penerapannya sehari-hari. Oleh karena itu kita harus berdoa terlebih dahulu sebelum membaca Alkitab minta Tuhan memampukan kita memahami dan mengerti apa yang kita baca dan juga mengakhiri dalam doa setelah selesai membaca Alkitab, supaya Tuhan memampukan kita melakukan Firman-Nya yang sudah kita baca.
4. Alkitab Bermanfaat Untuk Mendidik Orang ke Dalam Kebenaran
Orang dibenarkan karena iman (Roma 5:1), namun kehidupan praktis dari orang yang sudah dibenarkan oleh karya Yesus Kristus, harus berpedoman pada Alkitab. Marthin Luther sudah berusaha dengan berbagai macam cara supaya berkenan kepada Allah dengan cara beraskese (menyiksa diri), bertapa, menaiki tangga Pilatus, namun pada akhirnya ia menemukan bahwa kebenaran hanya di dalam Alkitab. Karena itu salah satu mottonya adalah “Sola Scriptura” , hanya Alkitab. Hanya Alkitab yang mampu mendidik atau membuat manusia hidup baik dan benar.
Kesimpulan
Alkitab tetap relavan (up to date) untuk semua orang di segala tempat, zaman dan segala usia. Sebagai orang Kristen, kita dapat menjadi saksi yang efektif dan efesien, jika kita sungguh-sungguh mengenal Alkitab dan hidup didalamnya. Kita harus sungguh-sungguh membiasakan diri membaca Alkitab sebagai kebutuhan sehari-hari, seperti makanan yang kita makan setiap hari. Alkitab tetap dapat dipercaya, karena Alkitab adalah Firman Allah. Firman Allah ini diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin membacanya, dan yakin bahwa kita akan mengalami kehidupan yang berbeda dibanding dengan tidak membaca dan mengetahui Alkitab.  Selamat Membaca Alkitab, Tuhan Yesus Memberkati, Amin! 
 














Tidak ada komentar:

Posting Komentar