"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana" (Mazmur 90:12).
Waktu adalah karunia Tuhan bagi kita. Dalam kekekalan, waktu tidak dipedulikan lagi, tetapi di bumi waktu merupakan sesuatu yang paling berharga yang Allah percayakan kepada kita. Waktu tidak dapat dibeli atau dipinjam. Ini adalah suatu kepercayaan dari Tuhan. Allah akan meminta pertanggungjawaban kita atas penggunaan waktu kita. Misalnya kita memboroskan separuh hari kita untuk melakukan hal-hal yang tidak penting. Bila kita menjadikan hal ini sebagai suatu kebiasaan, kita akan memboroskan separuh hidup kita. Memboroskan waktu itu sama dengan menyia-nyiakan hidup. Kalau kita kehabisan waktu, itu berarti kita kehabisan hidup. Waktu terus berjalan. Bagaimana kita menggunakannya? Allah memberikan waktu yang cukup kepada kita untuk melakukan kehendak-Nya. Tetapi jika kita menghambur-hamburkan waktu yang berharga ini, kita tidak akan dapat melakukan semua kehendak-Nya. Mazmur 90 merupakan sebuah doa Musa. Generasinya telah berkelana selama 40 tahun di padang belantara. Mereka telah menyia-nyiakan sebagian besar hidup mereka karena mereka tidak taat dan mengeraskan hati. Dalam Mazmur 90, Musa berdoa bagi generasi selanjutnya agar melakukan kehendak Tuhan. Marilah kita juga berdoa agar Allah berkenan memberikan hikmat kepada kita tentang cara menggunakan waktu kita dengan bijaksana. Semoga Allah memimpin kita sehingga segala yang kita kerjakan akan produktif, penuh arti, efisien, dan memiliki buah yang kekal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar