"Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana". (2 Kor. 2:14)
Kemenangan berasal dari kata menang (Ing. win), adalah sebuah kata yang paling disukai / diingini semua orang di dunia ini. Salah satu contoh, para athlete. Athlete sepak bola, bola volly, basket, badminton, tennis meja, tinju, renang, dan lain sebagainya. Jika mereka bertanding, penonton yang menonton salah satu athlete favorite mereka yang bertanding dan menang, rasa gembiranya luar biasa, apalagi athlete itu sendiri. Semua orang dari berbagai macam profesi, pasti sangat senang jikalau dalam hidupnya mengalami hal yang namanya menang. Menang audisi, undian, lotre, PEMILU, dan lain-lain. Tapi sebaliknya jika mengalami kekalahan pasti merasa sedih walaupun pada akhirnya harus berbesar hati untuk menerima kekalahan daripada terus larut dalam kesedihan. Hal tersebut manusiawi dan sangat wajar.Namun pernahkah kita berpikir untuk menang atas dosa? Iblis adalah musuh yang terus menerus berusaha untuk membuat kita menyimpang dari penyerahan kita kepada Kristus. Ia begitu lihai tapi sangat licik. Berbagai macam tawaran dunia yang menggiurkan dia tawarakan. Profesinya adalah menggoda manusia supaya mengikuti kemauannya. Yesus sudah terlebih dahulu digoda Iblis (pencobaan di padang gurun). Yesus saja digoda apalagi kita ya? Manusia adalah target utama Iblis (Penguasa Neraka). Hal yang indah-indah ia tawarkan, namun ia juga berjalan seperti singa lapar yang mengaum-aum mencari siapa saja yang dapat dimangsa/ditelannya. Waspada! Namun jangan takut, karena Yesus Kristus sudah mengalahkan Iblis, penguasa neraka itu. Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus akan dilindungi dari kuasa Iblis. Rasul Paulus menggambarkan orang-orang percaya seperti sedang dipamerkan oleh Allah kepada dunia sebagai suatu kemenangan dan trofi kasih karunia Kristus yang menyelamatkan..Melalui arak-arakan kemenangan ini, pengetahuan akan Kristus dan kehidupan orang percaya yang sudah ditebus itu dinyatahkan sebagai suatu bau keharuman dihadapan Allah dan umat manusia. Bagi Allah, aroma ini begitu menyenangkan dan bagi manusia mengakibatkan kehidupan bagi yang percaya dan kematian bagi yang tidak percaya.
Manusia hidup membutuhkan kemenangan. Namun, lebih daripada itu berpikirlah untuk: Menang Atas Dosa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar