Senin, 12 Maret 2012

PELUKIS ILAHI

"Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku," (Yesaya 49:16).

 Coba kita membayangkan seorang pelukis yang sedang melukis seseorang, atau diri kita sendiri yang sedang 
dilukis. Seorang pelukis akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk supaya lukisannya terlihat bagus. Mungkin kita merasa senang dan berpikir sungguh hebat orang yang melukis itu, apalagi kalau lukisan itu hasilnya benar-benar sangat memuaskan kita. Kita bangga melihat gambar diri kita dilukis dan mungkin kita tidak akan bosan melihatnya.
   Demikian juga dengan Tuhan, Ia "melukis" kita dalam telapak tangan-Nya. Ia selalu merancangkan yang indah dalam diri dan kehidupan kita. Artinya, pribadi kita dibuat-Nya untuk menjadi indah seperti yang Dia inginkan. Indah di sini bukan berarti bahwa dalam hidup kita, kita  tidak mengalami masalah atau problem sedikit pun. Indah artinya, kita dibentuk menjadi seturut dengan kehendak Dia yang menciptakan kita. Ia membentuk pribadi kita, karakter kita lewat masalah atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Ia tidak ingin jika "lukisan-Nya" itu jelek dan rusak. Ia ingin "lukisan-Nya " itu indah dan Ia akan tersenyum dan senang jika Ia melihat "lukisan-Nya" itu sempurna dan indah. Berilah diri kita "dilukis" dan bersyukurlah jika kita sedang" dilukis" untuk menjadi gambar yang indah dipandangan Sang Pelukis Ilahi.
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar