"Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (Yeremia 17:7)

Nabi Yeremia menyampaikan firman Tuhan ini kepada orang Israel pada saat mereka akan dihukum Tuhan untuk ditawan dan dibuang di Babel selama kurang lebih 70 tahun. Dosa mereka terukir sedemikian rupa di dalam tabiat mereka sehingga penyembahan berhala dan kejahatan merupakan bagian integral dari hidup mereka. Karena ketidaksetiaan, maka mereka akan kehilangan negeri mereka dan menjadi budak.
Ayat sebelumnya nabi Yeremia mengatakan: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada TUHAN...." (Yeremia 17:5,6).
Ada saat dalam kehidupan ini di mana kita tidak dapat mengharapkan diri kita dan orang lain sebagai sumber pengharapan. Namun, kabar baiknya adalah; ada saat dimana TUHAN menghukum (mengizinkan hal yang tidak mengenakkan terjadi) , tetapi ada pula saat dimana kasih-Nya melimpah. Kasih dan kemurahan TUHAN adalah sumber pengharapan kekal dalam kehidupan ini.
Tuhan mengerti betapa dalamnya keputusasaan yang membayang ketika manusia tidak mendapatkan sesuatu dari apa yang mereka harapkan. TUHAN menerobos kehidupan manusia dengan kasih dan kemurahan-Nya. Kasih dan kemurahan TUHAN adalah sumber pengharapan kekal di tengah dunia yang mudah berubah.
Harapan adalah hal yang sangat penting dalam hidup manusia untuk bertahan hidup. Harapan lebih dari makanan, minuman, pakaian, karena harapan adalah seperti bahan bakar dalam kehidupan kita. Tanpa pengharapan, hidup kita akan seperti mobil yang kehabisan bensin. Mogok!Dalam situasi atau keadaan apapun... tetaplah berharap kepada TUHAN!
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar