Jumat, 14 Desember 2012

PRINCE OF PEACE


“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang : Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5)
      Di dalam kehidupan ini, sadar atau tidak, sebenarnya manusia tidak terlepas dari yang namanya "pemimpin", baik dalam lingkup kecil seperti dalam keluarga maupun dalam lingkup yang besar seperti sebuah negara. Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang tidak memiliki pemimpin, walaupun ada negara yang dipimpin oleh presiden dan ada juga  negara yang dipimpin oleh seorang raja, tapi semuanya sama; mereka adalah pemimpin. Bahkan Alkitab mencatat begitu banyak daftar nama-nama orang yang pernah menjadi raja yang memimpin bangsa Israel. Begitu berartinya seorang pemimpin sehingga mungkin kita bisa mengatakan bahwa tanpa ada pemimpin, maka tidak ada negara. 
Coba kita membayangkan jika Indonesia tidak memiliki pemimpin, semua orang hidup semaunya, tidak ada undang-undang yang mengatur, tidak ada aparat keamanan, pasti akan kacau balau, bukan hanya kacau balau tapi sebagian banyak orang akan mati karena hidup yang tidak beraturan, yang kuat akan menindas yang lemah terus menerus karena tidak ada undang-undang atau pemimpin yang melindungi orang-orang tertindas.  Setiap 5 tahun sekali bangsa Indonesia mengadakan Pemilihan Umum (PEMILU), dan Pemilihan Kepala Daerah(PILKADA), itu adalah satu-satunya cara yang dipakai untuk memilih seorang pemimpin. Pemimpin yang terpilih akan memimpin dan melakukan tugas mereka semampu mereka tapi dalam perjalanan tugas kepemimpinan mereka, tidak jarang mereka banyak melakukan kesalahan. Dalam situasi yang semacam ini biasanya akan ditandai dengan aksi demo untuk memprotes pemimpin itu.
Nabi Yesaya menyampaikan firman Tuhan ini kepada bangsa Israel yang pada waktu itu masih dalam pembuangan. Mereka dihukum dan terbuang oleh karena dosa dan pemberontakan mereka. Banyak raja-raja atau pemimpin yang jahat dan hidup jauh dari Tuhan dan menyembah allah lain selain Tuhan Allah.  Yesaya menubuatkan bahwa Allah akan mengirim Mesias dari keturunan Daud yang keselamatan-Nya akan meliputi semua bangsa di bumi ini, sehingga akan memberikan pengharapan bagi semua umat manusia. Mesias ini akan lahir dengan cara yang unik dan menakjubkan. Ada empat nama yang menandai tugasnya sebagai Mesias:
1.Penasehat Ajaib (Wonderful Counselor)
Mesias sendiri akan menjadi keajaiban adikodrati. Ia akan menunjukkan sifat-Nya melalui perbuatan dan mujizat-Nya. Penasehat Ajaib ini akan merupakan penjelmaan hikmat sempurna dan dan mempunyai kata-kata “hidup kekal.” Sebagai Penasehat, Ia akan menyingkapkan rencana keselamatan sempurna. 
2. Allah yang Perkasa (Mighty God)
Di dalam Mesias seluruh kepenuhan ke-Allahan akan berdiam secara jasmaniah. Beberapa ayat yang mempertegas bahwa Mesias atau Yesus itu Allah adalah: “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan” (Kolose 2:9) dan dalam Yohanes 1:1 : “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”, dilanjutkan dengan ayat 14: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”   Jangan pernah terombang-ambing, apalagi percaya dengan ajaran yang mengatakan bahwa Yesus bukan Tuhan, ciptaan yang sulung dan hanya sebagai tokoh atau seorang yang  diteladani.
3. Bapa yang Kekal (Everlasting Father)
Ia bukan hanya datang untuk memperkenalkan Bapa sorgawi, tetapi Ia sendiri akan bertindak terhadap umat-Nya secara kekal seperti Bapa yang penuh belas kasihan yang mengasihi, melindungi, dan menyediakan kebutuhan anak-anak-Nya. “Seperti Bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:13).
    4. Raja Damai (Prince of Peace)
Pemerintahan-Nya akan membawa damai dengan Allah bagi umat manusia melalui pembebasan dari dosa dan kematian.
   Pemimpin dunia hanya bisa melakukan hal yang secara jasmani untuk kebutuhan atau kebaikan orang yang dipimpinnya, tetapi Yesus melakukan lebih jauh dari hal itu. Ia bukan hanya memperhatikan kebutuhan jasmani manusia tetapi menyangkut hal yang paling penting dalam hidup manusia, yang manusia sendiri tidak menyadari. KESELAMATAN! Dari semula ALLAH tahu bahwa manusia akan mati, makanya Ia menyiapkan Yesus untuk melakukan itu. Nabi-nabi banyak bernubuat tentang Yesus, termasuk nabi Yesaya. Tidak ada seorang pemimpin, tokoh atau nabi yang dapat menebus dosa manusia. Hanya Yesus yang bisa lakukan itu.  Ia telah menjadi manusia dilahirkan sebagai bayi yang kelahiran-Nya selalu kita rayakan setiap akhir tahun bahkah ada yang merayakan sampai awal tahun baru. Selama hidup-Nya di dunia Ia banyak memberi teladan, melakukan banyak mujizat, dan memberi kuasa kepada orang-orang yang menerima Dia. Ia disalibkan oleh orang-orang yang tidak menerima Dia dan mati. Tetapi pada hari yang ketiga Ia bangkit dan hidup lagi. Ia telah mengalahkan maut. Janji-Nya adalah barangsiapa percaya kepada-Nya akan selamat. Yesus menjamin sepenuhnya keselamatan itu kepada barangsiapa  yang percaya kepada Dia.
     Mari kita menyambut Yesus sebagai Raja kita, Bapa kita, Allah kita, Penasehat kita, Juruselamat kita, Sahabat kita, Pemimpin kita dengan penuh ucapan syukur, kerendahan hati dan penuh sukacita. Ketidakpuasan terhadap pemimpin di dunia ini terjadi di mana-mana. Ingat bahwa mereka adalah manusia biasa seperti kita dan membutuhkan bukan hanya Seorang Pemimpin Sejati yang memimpin hidupnya, tetapi Pembebas dan Penebus dosa. Dialah Yesus, Raja Damai yang menjadi manusia. Selamat Merayakan Natal Yesus Kristus!
   



              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar