“Sebab seorang anak telah
lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang
pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang : Penasehat
Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5)
Di dalam kehidupan ini, sadar
atau tidak, sebenarnya manusia tidak terlepas dari yang namanya "pemimpin", baik
dalam lingkup kecil seperti dalam keluarga maupun dalam lingkup yang besar
seperti sebuah negara. Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang tidak
memiliki pemimpin, walaupun ada negara yang dipimpin oleh presiden dan ada
juga negara yang dipimpin oleh seorang raja,
tapi semuanya sama; mereka adalah pemimpin. Bahkan Alkitab mencatat begitu
banyak daftar nama-nama orang yang pernah menjadi raja yang memimpin bangsa Israel. Begitu
berartinya seorang pemimpin sehingga mungkin kita bisa mengatakan bahwa tanpa
ada pemimpin, maka tidak ada negara.
Coba kita membayangkan jika Indonesia
tidak memiliki pemimpin, semua orang hidup semaunya, tidak ada undang-undang
yang mengatur, tidak ada aparat keamanan, pasti akan kacau balau, bukan hanya kacau
balau tapi sebagian banyak orang akan mati karena hidup yang tidak beraturan,
yang kuat akan menindas yang lemah terus menerus karena tidak ada undang-undang
atau pemimpin yang melindungi orang-orang tertindas. Setiap 5 tahun sekali bangsa
Indonesia mengadakan Pemilihan Umum (PEMILU), dan Pemilihan Kepala
Daerah(PILKADA), itu adalah satu-satunya cara yang dipakai untuk memilih
seorang pemimpin. Pemimpin yang terpilih akan memimpin dan melakukan tugas
mereka semampu mereka tapi dalam perjalanan tugas kepemimpinan mereka, tidak
jarang mereka banyak melakukan kesalahan. Dalam situasi yang semacam ini
biasanya akan ditandai dengan aksi demo untuk memprotes pemimpin itu.
Mesias
sendiri akan menjadi keajaiban adikodrati. Ia akan menunjukkan sifat-Nya
melalui perbuatan dan mujizat-Nya. Penasehat Ajaib ini akan merupakan
penjelmaan hikmat sempurna dan dan mempunyai kata-kata “hidup kekal.” Sebagai Penasehat, Ia
akan menyingkapkan rencana keselamatan sempurna.
2. Allah yang Perkasa
(Mighty God)
Di
dalam Mesias seluruh kepenuhan ke-Allahan akan berdiam secara jasmaniah.
Beberapa ayat yang mempertegas bahwa Mesias atau Yesus itu Allah adalah: “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah
seluruh kepenuhan ke-Allahan” (Kolose 2:9) dan dalam Yohanes 1:1 : “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan
Allah dan Firman itu adalah Allah”, dilanjutkan dengan ayat 14: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam
diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran.” Jangan pernah terombang-ambing, apalagi
percaya dengan ajaran yang mengatakan bahwa Yesus bukan Tuhan, ciptaan yang
sulung dan hanya sebagai tokoh atau seorang yang diteladani.
3. Bapa yang Kekal
(Everlasting Father)
Ia
bukan hanya datang untuk memperkenalkan Bapa sorgawi, tetapi Ia sendiri akan
bertindak terhadap umat-Nya secara kekal seperti Bapa yang penuh belas kasihan
yang mengasihi, melindungi, dan menyediakan kebutuhan anak-anak-Nya. “Seperti Bapa sayang kepada anak-anaknya,
demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:13).
4. Raja Damai (Prince
of Peace)
Pemerintahan-Nya
akan membawa damai dengan Allah bagi umat manusia melalui pembebasan dari dosa
dan kematian.

Pemimpin dunia hanya bisa melakukan hal yang
secara jasmani untuk kebutuhan atau kebaikan orang yang dipimpinnya, tetapi
Yesus melakukan lebih jauh dari hal itu. Ia bukan hanya memperhatikan kebutuhan
jasmani manusia tetapi menyangkut hal yang paling penting dalam hidup manusia,
yang manusia sendiri tidak menyadari. KESELAMATAN! Dari semula ALLAH tahu bahwa
manusia akan mati, makanya Ia menyiapkan Yesus untuk melakukan itu. Nabi-nabi
banyak bernubuat tentang Yesus, termasuk nabi Yesaya. Tidak ada seorang pemimpin, tokoh atau
nabi yang dapat menebus dosa manusia.
Hanya Yesus yang bisa lakukan itu. Ia
telah menjadi manusia dilahirkan sebagai bayi yang kelahiran-Nya selalu kita
rayakan setiap akhir tahun bahkah ada yang merayakan sampai awal tahun
baru. Selama hidup-Nya di dunia Ia banyak memberi teladan, melakukan banyak
mujizat, dan memberi kuasa kepada orang-orang yang menerima Dia. Ia
disalibkan oleh orang-orang yang tidak menerima Dia dan mati. Tetapi pada hari
yang ketiga Ia bangkit dan hidup lagi. Ia telah mengalahkan maut. Janji-Nya
adalah barangsiapa percaya kepada-Nya akan selamat. Yesus menjamin sepenuhnya
keselamatan itu kepada barangsiapa yang
percaya kepada Dia.
Mari
kita menyambut Yesus sebagai Raja kita, Bapa kita, Allah kita, Penasehat kita,
Juruselamat kita, Sahabat kita, Pemimpin kita dengan penuh ucapan syukur, kerendahan hati dan
penuh sukacita. Ketidakpuasan terhadap pemimpin di dunia ini terjadi di
mana-mana. Ingat bahwa mereka adalah manusia biasa seperti kita dan membutuhkan
bukan hanya Seorang Pemimpin Sejati yang memimpin hidupnya, tetapi Pembebas dan
Penebus dosa. Dialah Yesus, Raja Damai yang menjadi manusia. Selamat Merayakan Natal Yesus Kristus!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar