Kamis, 31 Maret 2016

Nasehat-Nasehat



Bacaan Alkitab : Filipi 4: 4-9

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.”


    Nasehat-nasehat ini ditulis oleh rasul Paulus kepada orang percaya yang ada di Filipi yang ia sebutkan namanya yaitu; Sintikhe, Sunsugos,Klemens dan seluruh kawan sekerjanya, ketika ia berada dalam penjara di Roma. Paulus menulis untuk mendorong mereka terus maju dalam pengenalan akan Tuhan. Ia mendorong supaya mereka sehati sepikir dalam Tuhan, bersukacita senantiasa, berbuat baik, tidak kuatir dan terus berdoa sambil mengucap syukur.

Sukacita merupakan bagian yang penting dari keselamatan kita di dalam Kristus. Sukacita merupakan kedamaian dan kesukaan dalam batin terhadap Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ajaran Firman Allah tentang sukacita berhubungan dengan keselamatan yang disediakan Allah di dalam Kristus. Sukacita berasal dari Allah. Sukacita tidak datang dengan sendirinya, tetapi akan dialami jika kita memelihara hubungan yang tetap dengan Kristus. Yesus mengajarkan bahwa sukacita kita akan menjadi penuh jika kita tinggal dalam Firman-Nya, mengasihi orang lain, menaati perintah-perintah-Nya dan tidak mengikuti dunia. Sukacita karena dekatnya Allah, tidak akan bisa dimusnahkan oleh rasa sakit, penderitaan, kelemahan atau keadaan yang sulit.

Selain sukacita, rasul Paulus juga mengingatkan kita supaya tidak kuatir. Kuatir adalah suatu perasaan takut, cemas akan hidup dan sesuatu yang buruk yang terjadi dan akan terjadi. Setiap manusia pasti mengalami hal ini, namun firman Tuhan ini mengingatkan kita untuk tidak kuatir. Salah satu cara untuk melenyapkan kekuatiran adalah doa, karena lewat doa kita menyerahkan segala kecemasan dan persoalan kita kepada Tuhan yang memelihara kita. Kita akan menerima rahmat, kasih karunia, dan pertolongan pada waktu kita memerlukannya, karena Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Ketika kita berseru kepada Allah dari hati yang tinggal di dalam Kristus dan Firman-Nya, maka damai sejahtera Allah akan membanjiri jiwa kita yang susah. Bila kita menyerahkan segala kesusahan kita di dalam doa, permohonan dan ucapan syukur, maka kita akan merasa aman dan bersukacita. Agar dapat mengalami damai sejahtera Allah dan kemerdekaan Allah dari kecemasan, orang percaya harus menetapkan pikiran mereka pada, “hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,..”Sebaliknya jika menetapkan hati kita kepada hal-hal yang keji dari dunia ini, maka sebagai akibatnya sukacita, damai sejahtera dan hubungan dekat dengan Allah akan lenyap dari hati kita.

Kelemahan-kelemahan manusia dalam menjalani hidup membuat manusia sangat mudah jatuh dalam berbagai macam dosa dan kekuatiran. Nasehat yang baik sangat perlu bagi kita. Nasehat rasul Paulus kembali menguatkan kita supaya tetap teguh dalam kepercayaan kita kepada Tuhan, karena Tuhan selalu merencanakan hal yang baik bagi kita bukan hanya saat ini, tapi juga nanti, dalam kekekalan.
 Jalanilah hidup ini dan jangan lupa bahwa “kedatangan Tuhan sudah dekat”. Karena itu, siap sedia, bekerja dan berjaga-jaga! Kita harus mempersiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya untuk kedatangan Tuhan. Jangan sampai kita berada dalam keadaan yang tidak siap pada saat Tuhan datang. Kedatangan Tuhan dalam hidup kita salah satunya adalah saat di mana hidup kita berakhir di dunia ini dan menghadap Allah, sang pemilik kehidupan...dan Kedatangan Yesus Kedua Kali ke dalam dunia ini seperti yang sudah Ia janjikan yang tertulis dalam Alkitab, entah kapan, kita tidak tahu.  Setelah kita tahu tentang keselamatan dan janji akan kedatangan Yesus, Tuhan mau supaya berita itu harus disampaikan kepada semua orang, karena Tuhan tidak ingin semua orang binasa. Tuhan sangat mengasihi manusia ciptaan-Nya! Amin!!!

Senin, 01 Februari 2016

PENGARUH MUSIK DALAM HIDUP MANUSIA




   
  Sejak lahir manusia sudah memiliki keterikatan dengan music. Mulai jantung berdetak sampai hembusan-hembusan nafas manusia bila dipadukan dengan irama yang tepat bisa menghasilkan sebuah music yang indah, karena music itu bukan hanya saja dari alat-alat music seperti gitar, drum, bass dan lain sebagainya, tetapi dedaunan pun dapat menghasilkan suara yang indah jika mampu diolah dengan baik. Musik mempengaruhi manusia dari beberapa aspek: Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmoni mempengaruhi roh.

     Musik yang kita dengar akan mempengaruhi sitem saraf yang akan menghasilkan suatu perasaan. Perangsangan system saraf ini mempunyai arti penting bagi pengobatan, karena system saraf ambil bagian dalam proses pisiologis. Dalam ilmu kedokteran jiwa, jika emosi tidak harmonis, maka akan mengganggu system lain dalam tubuh kita, misalnya system pernafasan, system endoktrin, system immune, system metabolic, system motoric,system nyeri, system temperature, dan lain sebagainya. Semua system tersebut dapat bereaksi positif jika mendengar music yang tepat. Musik akan merangsang system ini secara sistematis, walaupun seseorang tidak menyimak atau memperhatikan music yang sedang diputar. Jika system ini dirangsang, maka seseorang akan meningkatkan memory, daya ingat, kemampuan belajar, kemampuan matematika, analisis logika, intelegensi dan kemampuan memilah disamping itu juga adanya perasaan bahagia dan timbulnya keseimbangan social.

     Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, dunia kedokteran serta psikologi membuktikan bahwa music bisa dijadikan terapi dan berpengaruh dalam mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif. Musik juga mempengaruhi system immune, system saraf, system endoktrin, system pernafasan, system metabolic, system kardiovaskuler dan beberapa system lainnya dalam tubuh. Dari berbagai penelitian ilmiah tersebut, dinyatahkan bahwa music dapat digunakan untuk membantu penyembuhan beberapa penyakit seperti insomnia, stress, depresi, hipertensi, obesitas, parkinson, epilepsy, kelumpuhan, kanker, psikosomatis, mengurangi rasa nyeri saat melahirkan dan rasa nyeri lainnya.

Jumat, 25 Desember 2015

ALLAH INGIN SEMUA ORANG MENERIMA KESELAMATAN

"Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri---,
namun Ia telah menjadi batu penjuru.
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:11-12)

Para murid Yesus menyadari bahwa kebutuhan terbesar setiap orang adalah keselamatan dari dosa dan murka Allah dan bahwa kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi oleh seorang lain pun di muka bumi ini selain di dalam Kristus.Hal ini mengungkapkan bahwa tanggung jawab gereja yang berat dan semua orang percaya untuk menyampaikannya kepada semua orang. Mungkin jika ada jalan keselamatan yang lain, gereja dan orang percaya bisa bersantai, tetapi tidak ada pengharapan untuk keselamatan selain di dalam Kristus. Maria ibu Yesus dalam nyanyian pujiannya berkata: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku." (Lukas 1:46-47)
Dengan kata-kata ini, Maria mengakui bahwa kebutuhannya sendiri adalah KESELAMATAN. Ia adalah orang berdosa yang memerlukan Juruselamat, hanya saja ia beroleh kasih karunia dari Allah Bapa untuk dipakai mengandung bayi Yesus yang kudus yang dikandung dan lahir dari Roh Kudus. Kepercayaan bahwa Maria dikandung secara tak bernoda dan hidup tanpa dosa adalah salah dan tidak pernah diajarkan dalam Alkitab. Untuk hal inilah Yesus lahir ke dalam dunia ini karena Ia tidak  menghendaki satu orang pun binasa dan hidup di neraka. Ia mau semua orang percaya menerima keselamatan. 
   Ada ungkapan yang berkata;"Allah adalah kasih", namun mengapa Dia harus menciptakan neraka? Kalau Ia sangat mengasihi semua orang seharusnya Ia membiarkan semua orang di dunia ini masuk Sorga. Perumpamaan tentang lalang diantara gandum dalam Matius 13:24-30, mengingatkan kita bahwa ada 2 jenis benih yang tumbuh dalam satu ladang. Gandum adalah benih baik yang ditabur di ladang, sedangkan lalang adalah benih yang ditabur oleh musuh. Musuh di sini adalah gambaran Iblis yang menaburkan hal-hal jahat diantara benih yang baik yaitu orang percaya, sedangkan ladang menggambarkan dunia ini. Injil dan orang percaya yang sejati akan ditanam di seluruh dunia. Iblis juga akan menanam para pengikutnya "anak-anak si jahat", diantara umat Tuhan untuk meniadakan kebenaran Allah. Pekerjaan utama para pengikut Iblis di dalam Kerajaan Sorga yang kelihatan (gereja-gereja) adalah melemahkan kekuasaan Firman Allah, serta memajukan ketidakbenaran dan ajaran palsu. Keadaan adanya para pengikut Iblis di antara umat Tuhan akan berakhir ketika Allah pada akhirnya akan membinasakan segala orang jahat pada akhir zaman. Allah menciptakan Neraka karena Allah adil dan semua itu diperlukan untuk memproses manusia. Keindahan Sorga jauh melampaui apa yang dapat kita bayangkan atau gambarkan. Allah, Tuhan yang bertakhta di Sorga itu kudus tanpa cacat  atau cela sehingga hanya orang-orang yang melakukan kehendak-Nya saja yang diizinkan masuk Sorga (Matius 7:2). Kalau orang jahat berada di Sorga bersama dengan orang-orang yang penuh kasih dan kebaikan, kehidupan Sorga akan menjadi sangat sulit dan aneh, dan Sorga yang indah itu akan tercemar. Itu sebabnya Allah harus menciptakan Neraka untuk memisahkan gandum (orang-orang percaya) dari ilalang (anak-anak Iblis). Tanpa Neraka, kebenaran dan kejahatan akan dipaksa tinggal bersama, dan kalau demikian terjadi, Sorga akan menjadi tempat kegelapan, penuh jerit dan tangis penderitaan. Sorga adalah tempat tanpa airmata, dukacita, siksaan, dan penyakit di mana Dia akan mencurahkan kasih-Nya yang berlimpah-limpah kepada anak-anak-Nya selamanya-lamanya. Untuk hal inilah Allah tahu persis bahwa Neraka itu ada, dan diciptakan khusus untuk orang-orang yang yang menolak kebenaran Allah dan melakukan kejahatan. Mereka akan dihukum selama-lamanya di sana. Tempat penyiksaan yang tiada henti-hentinya, selama-lamanya. Tuhan tidak menghendaki manusia masuk ke Neraka, tapi itu harus terjadi jika orang-orang yang Dia kasihi menolak kebenaran Allah.
Natal adalah lahirnya Yesus Kristus ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan manusia. Itulah bukti yang sangat nyata bahwa Ia begitu mengasihi manusia. Mari kita sambut Dia dan menerima Dia dalam hidup kita sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi dan membiarkan Dia menguasai seluruh bidang kehidupan kita, supaya kita terhindar dari malapetaka besar di Neraka nanti. Ini adalah berita yang paling serius untuk dikabarkan kepada semua orang, karena inilah waktunya... mungkin...waktu akan berlalu dan berakhir...dan kita tidak ada kesempatan lagi...Semoga kita menjadi orang yang bijaksana untuk mempertimbangkan masa depan kita yang paling penting dan serius tanpa ada rasa penyesalan....Amin!

Rabu, 15 April 2015

Mendengar Suara Tuhan

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan , tibalah Ia disebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 
   Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
  sedang Maria sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku. "
   Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,  
   tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang tidak akan diambil dari padanya.
   (Luke 10:38-42)

   Hidup dalam zaman yang semakin maju dan modern, teknologi semakin canggih, membuat manusia semakin terlarut dan terbawah oleh arus  dunia yang semakin memikat dengan berbagai macam hal-hal yang menggiurkan dan menyenangkan. Hal ini otomatis membuat gaya hidup manusia juga berubah seiring dengan perkembangan dan tuntutan hidupnya. Tuntutan hidup dan biaya hidup semakin tinggi karena ingin menyelaraskan diri dengan kemajuan-kemajuan dan perkembangan-perkembangan yang ada. Kesenangan-kesenangan yang memikat, membutuhkan banyak biaya untuk memenuhinya. Apa yang dilakukan manusia dalam memenuhi kenginan, kesenangan dan tuntutan hidupnya? Manusia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang diinginkan, apakah yang dilakukan itu baik atau buruk. Manusia semakin terpacu untuk melakukan apa yang  menjadi tujuannya. Hal ini tidak salah jika apa yang dilakukan itu baik, tetapi akan menjadi salah jika yang dilakukan adalah perbuatan-perbuatan jahat yang merugikan sesama manusia dan juga merugikan diri sendiri, karena kita tahu perbuatan jahat Tuhan sangat tidak sukai.
   Orang Kristen adalah orang yang percaya kepada Yesus dan ajaran-ajaran-Nya. Banyak orang Kristen yang melakukan ajaran Yesus, namun ada juga yang masih belum terlalu serius melakukannya dalam hidupnya. Dibutuhkan waktu dan kepekaan hati saat Yesus mau berbicara secara pribadi dalam hati setiap anak-anak-Nya. Hati yang peka akan didapat jika kita mau duduk diam dan mendengarkan suara-Nya.  Saat Yesus datang berkunjung ke rumah Marta, saudaranya Maria duduk diam mendengarkan perkataan Yesus, sedangkan Marta sibuk  melayani seorang diri sehingga ia kesal dan menyuruh Yesus supaya Yesus menyuruh Maria membantunya. Namun Yesus menjawab: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu; Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." Firman Tuhan ini sangat jelas mengingatkan setiap kita bagaimana seharusnya kita hidup. Memang kita harus sibuk dan bekerja untuk membiayai setiap biaya hidup ini. Banyak kebutuhan yang harus kita penuhi, bahkan Tuhan pun menyuruh kita untuk bekerja, namun Tuhan mau kita memiliki waktu untuk duduk diam mendengar Tuhan berbicara kepada kita. Apa yang Tuhan mau kita lakukan. Kita tidak akan mendengar suara Tuhan saat kita melakukan banyak hal. Kita tidak akan mendengar suara Tuhan saat kita sangat sibuk dengan urusan kita. Kita tidak akan mendengar suara Tuhan saat kita memusatkan perhatian pada apa yang menjadi tujuan kita. Kita tidak akan mendengar suara Tuhan saat kita sedang bergembira dan menikmati pesta dengan banyak teman-teman. Kita tidak akan mendengar suara Tuhan jika kita tidak memiliki waktu bersama Tuhan. Marta sangat sibuk dengan urusan-urusan yang menurutnya baik, namun Tuhan katakan bahwa, "engkau menyusahkan diri dengan banyak perkara."
    Kita jangan menjadi seperti Marta. Sibuk dengan banyak hal.  Yang Tuhan mau adalah kita memiliki waktu bersekutu secara pribadi dengan Tuhan karena di saat kita bersekutu secara pribadi dengan Tuhan, kita akan mendengar Tuhan berbicara apa kepada kita. Dalam keadaan hening suara Tuhan akan terdengar jelas, namun ditengah keramaian, kebisingan suara atau bisikan tidak akan terdengar. Banyak anak-anak Tuhan yang sangat sibuk dalam pelayanan. Banyak talenta yang mereka miliki sehingga mereka dipakai terus dalam pelayanan. Banyak yang harus mereka lakukan dan kerjakan sehingga mereka benar-benar tidak memiliki waktu sama sekali. Waktu yang ada hanya untuk tidur malam beberapa jam saja kemudian bangun pagi dan mulai lagi melayani dan beraktifitas. Mereka adalah orang-orang yang sangat aktif. Itu baik dan tidak salah, tapi sekali lagi, tugas yang pertama dan terpenting adalah mencari Tuhan dalam doa dan penyembahan kita kepada-Nya. Jangan kita hanya sibuk melakukan pekerjaan Tuhan, menghadiri kebaktian gereja dan mengerjakan perbuaatan baik kemudian kita lupa melakukan persekutuan rohani bersama Tuhan. Maria adalah contoh yang baik bagi kita sekalian. Duduk diam mendengar Tuhan bicara. Ini penting bukan hanya dalam pelayanan tapi dalam setiap aspek hidup kita, dalam setiap profesi kita masing-masing. Mendengar suara Tuhan penting. Mendengar suara Tuhan bukan berarti duduk diam terus menerus dan tidak melakukan apapun, tapi menyisihkan waktu kita untuk mencari dan bersekutu dengan Tuhan secara pribadi dan mendengarkan apa yang Tuhan mau kita lakukan. Setelah kita duduk diam dan mendengar Tuhan bicara, kita beranjak dari tempat kita dan melakukan apa yang Tuhan bicarakan. 

Duduk diam----mendengar Tuhan bicara-----melakukan apa yang Tuhan bicarakan......itu yang Tuhan inginkan. 
Selamat menikmati persekutuan dengan Tuhan, IMMANUEL!!!




Selasa, 07 April 2015

Dukacita Tanda Kehidupan

"Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur." (Matius 5:4)
Setiap manusia mempunyai masalah yang berbeda-beda.  Masalah-masalah itu bisa diakibatkan karena dosa, kesalahan sendiri, juga iblis. Ada  masalah yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup manusia walaupun manusia itu tidak melakukan kesalahan dihadapan Tuhan. Contoh yang sangat jelas dalam Alkitab adalah Ayub. Ayub tidak melakukan kesalahan dihadapan Tuhan, tapi ia mengalami cobaan yang sangat berat. Anak-anaknya lelaki dan perempuan meninggal dunia, semua ternak, lembu, sapi, kambing domba semua hilang. Bukan hanya itu, Tuhan mengizinkan Ayub dicobai iblis. Iblis menimpakan barah yang busuk dari telapak kaki sampai kepalanya, namun Ayub tetap tidak berbuat dosa dan menyalahkan Tuhan walaupun istrinya menyuruh dia mengutuki Tuhan. Namun karena kesetiaannya kepada Tuhan semua yang hilang dikembalikan oleh Tuhan 2x lipat, ia mendapat anak-anak yang cantik-cantik, dan ia juga disembuhkan dari penyakitnya. Dukacita Ayub berganti sukacita.
   Cerita ini mungkin memiliki kesamaan dalam hidup saudara. Bersyukur karena saudara adalah orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan...tapi bagaimana  jika cobaan yang dialami adalah akibat dari dosa dan kesalahan kita?
Firman Tuhan ini berbicara tentang dukacita. "Blessed are those who mourn". Dukacita yang dimaksud dalam ayat ini adalah merasa sedih atas kelemahan kita sendiri karena tidak mampu memenuhi standar Allah. Ini juga berarti berdukacita karena hal-hal yang menyedihkan hati Allah, berdukacita karena dosa, kebejatan dan kekejaman dalam dunia. Rasul Paulus dalam pelayanannya banyak mencucurkan airmata dan banyak mengalami pencobaan dari orang Yahudi yang ingin membunuhnya. Airmata Paulus bukan tanda kelemahan. Paulus menangis berdukacita karena keterhilangan umat manusia (menangis karena manusia yang terhilang), kejahatan, dosa, pemutarbalikan Injil dan bahaya yang serius karena menolak Tuhan. Pada waktu memasuki kota Yerusalem, Yesus juga pernah menangisi kota tersebut. 
   Yesus menangisi kota Yerusalem karena mengetahui bahwa umat Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya mengharapkan seorang Mesias yang bergerak dalam bidang politik dan mereka akhirnya menolak Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Yesus menangis karena Ia begitu mengasihi umat itu dan mereka akan mengalami hukuman yang dashyat. Kata "menangis" dalam bahasa Yunani tidak hanya meneteskan airmata. Kata "menangis" di sini menunjukkan terjadinya ratapan, raung, tangisan, rasa sesak didada__isak dan tangisan jiwa yang menderita. Sebagai Allah, Yesus menampakkan bukan hanya perasaan-Nya sendiri, tetapi juga hancurnya hati Allah atas keterhilangan umat manusia dan penolakan mereka untuk bertobat dan menerima keselamatan.
   Bagaimana perasaan kita saat melihat atau melakukan dosa, kesalahan dan kebejatan? Adakah perasaan berduka karena dosa dan kesalahan yang kita buat dan kita lihat? Seorang penulis menuliskan: "Jika kita tidak merasa bersalah jika melakukan dosa atau kesalahan, berarti hati nurani kita sudah rusak". Tuhan melihat hati kita. Tuhan melihat hati kita yang hancur dan sedih karena dosa dan kesalahan yang kita buat dan kita lihat. Tuhan melihat hati yang penuh penyesalan akan dosa. Tuhan mau dalam kesedihan kita, kita datang kepada Tuhan dan bertobat dari dosa-dosa yang kita buat. Tuhan mau dengan hati yang sangat sedih kita datang kepada Tuhan dalam permohonan untuk pertobatan mereka yang terhilang.Tuhan akan menghibur kita dan kebenaran akan dinyatakan. Jika ada perasaan berduka dalam diri kita, ingat bahwa dukacita kita akan berganti sukacita, karena kebenaran, damai dan sukacita dari Allah akan dinyatakan. Walaupun ada yang menolak kebenaran tapi dukacita kita tidak akan sia-sia. Allah pasti menghibur orang yang berduka. Kita akan dihibur oleh kebenaran Allah. Mari, miliki hati yang berduka karena dosa-dosa kita dan jiwa-jiwa yang terhilang!

Jumat, 31 Oktober 2014

GURU-GURU PALSU



 “Sebab Mesias-Mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.” (Markus 13:22)

Orang percaya sekarang harus menyadari bahwa di dalam gereja-gereja masa kini mungkin sekali ada pekerja Allah yang sikap dan hidupnya sama dengan guru-guru bejat yang mengajarkan Taurat Tuhan pada zaman Yesus. Yesus mengingatkan bahwa tidak semua orang yang mengaku percaya pada Kristus adalah orang yang sungguh-sungguh percaya, demikian juga tidak semua penulis Kristen, utusan gerejani, gembala sidang, penginjil, pengajar, penatua, dan pekerja-pekerja gereja adalah benar-benar menjadi hamba Allah. Secara lahiriah para rohaniawan ini “tampak benar di mata orang” (Mat. 23:28). Mereka datang “dengan menyamar seperti domba” (Mat. 7:15). Mungkin saja mereka melandaskan berita mereka atas Firman Allah dan menyatakan standar tinggi yang benar. Mereka mungkin kelihatan sangat memperhatikan pekerjaan dan Kerajaan Allah dan memperlihatkan perhatian besar terhadap keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang sambil mengaku bahwa mereka mengasihi orang banyak. Mereka mungkin tampak sebagai hamba Allah yang sungguh-sungguh, pemimpin rohani yang patut dihargai, dan diurapi oleh Roh Kudus. Mereka bahkan kelihatan sangat berhasil dan banyak orang mengikuti mereka. Sekalipun demikian orang-orang ini sangat mirip dengan nabi palsu dalam Perjanjian Lama, orang Farisi dalam Perjanjian Baru. Di dalam kehidupan mereka yang sesungguhnya, yaitu yang tidak tampak kepada umum, mereka dipenuhi “rampasan dan kerasukan” (Mat. 23:25), penuh tulang belulang dan berbagai jenis kotoran, penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Kehidupan mereka dibalik pintu yang terkunci menyangkut hal-hal seperti hawa nafsu, kebejatan, perzinahan, kerakusan dan kegemaran yang memusat pada diri sendiri. Penipu lihai ini memperoleh kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja melalui dua cara :
  1. Beberapa guru / pengkhotbah palsu mengawali pelayanan mereka dengan kesungguhan hati, kebenaran, kemurnian, dan iman yang sungguh-sungguh kepada Kristus. Kemudian karena kesombongan dan keinginan mereka yang tak bermoral, kasih dan pengabdian mereka  kepada Kristus semakin memudar. Sebagai akibatnya hubungan mereka terputus dengan Kerajaan Allah sehingga mereka menjadi sarana Iblis sementara masih menyamar sebagai pelayan kebenaran.
  2. Guru-guru / pengkhotbah palsu lainnya tidak pernah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. Iblis telah menanamkan mereka di dalam gereja sejak awal pelayanan mereka sambil menggunakan kecakapan dan karisma mereka serta membantu dalam keberhasilan mereka. Siasat Iblis ialah menempatkan mereka dalam kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja agar mereka dapat merusak pekerjaan Kristus. Iblis mengetahui bahwa pada saat perbuatan mereka ketahuan, Injil dan nama Kristus akan sangat dipermalukan.
  CARA-CARA MENGUJI
Empat belas kali dalam kitab-kitab Injil, Yesus mengingatkan murid-Nya agar waspada terhadap pemimpin-pemimpin yang akan menyesatkan. Di bagian lain orang percaya dinasehati untuk menguji pengajar, pengkhotbah, dan pemimpin di dalam gereja (1 Tes. 5:21; 1 Yoh. 4:1). Hal yang harus diperhatikan:
  1. Perhatikan watak mereka. Adakah mereka itu berdoa dengan tekun serta mengabdi kepada Allah dengan tulus dan sungguh-sungguh? Apakah mereka sudah menyatakan buah Roh (Gal. 5:22-23), mengasihi orang berdosa (Yoh. 3:16), membenci kefasikan dan mengasihi kebenaran serta gigih menentang dosa?
  2. Perhatikan motivasi mereka. Pemimpin Kristen yang sejati akan berusaha melakukan empat hal : a. Menghormati Kristus. b. Memimpin gereja kepada kekudusan. c. Menyelamatkan orang yang terhilang. d. Memberitakan serta mempertahankan Injil Kristus dan ajaran para rasul.
  3. Ujilah buah dalam kehidupan dan berita. Buah atau hasil pelayanan pekerja palsu ini seringkali terdiri atas bertobat yang tidak sepenuhnya menyerah kepada segenap Firman Allah (Mat. 7:16).
  4. Perhatikan tingkat ketergantungan pada Alkitab. Ujian ini sangat menentukan. Apakah mereka percaya dan mengajar bahwa penulisan asli dari PL dan PB sepenuhnya diilhami oleh Allah sehingga kita harus tunduk kepada seluruh ajarannya. Jika tidak, dapat dipastikan bahwa baik mereka maupun berita yang mereka sampaikan tidak berasal dari Allah.
  5. Akhirnya, ujilah kejujuran mereka berkenaan dengan uang Tuhan. Apakah mereka menolak untuk mengambil banyak uang untuk diri mereka, mengatur semua keuangan dengan jujur dan penuh tanggung jawab, dan berusaha memajukan pekerjaan Tuhan dengan cara-cara yang sesuai dengan standar PB (1 Tim. 3:3; 6:9-10)?
Haruslah disadari bahwa kendatipun segala usaha orang percaya yang setia dalam menilai kehidupan dan berita seseorang akan ada guru-guru palsu di dalam gereja, yang dengan bantuan Iblis, tetap tidak diketahui hingga tiba saatnya Allah memutuskan untuk menyingkapkan keadaan mereka yang sesungguhnya.  (Sumber: Alkitab Penuntun)

       

Selasa, 30 September 2014

MENGUASAI DIRI

“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.” (I Korintus 9:25)

   Kalau saudara adalah salah satu penggemar olah raga, saya yakin pasti saudara menyempatkan waktu untuk menonton pertandingan-pertandingan yang diadakan apakah pertandingan itu diadakan di tempat dekat saudara tinggal, atau jauh dari tempat tinggal saudara. Apakah saudara menonton secara langsung atau menonton lewat TV atau internet, yang jelas saudara pasti senang menonton acara tersebut. Atau saudara sendiri adalah salah satu atlet yang sering mengikuti even-even pertandingan yang diadakan? Saya merasa bangga melihat saudara, bahkan bukan hanya saya tetapi saya yakin banyak orang di seluruh dunia melihat saudara. Saya kagum melihat para atlet yang sedang bertanding dalam berbagai cabang olahraga. Penampilan mereka sangat mempesona walaupun ada yang kalah, tetapi saya melihat bahwa mereka semua sungguh luar biasa. Karena saya bukan atlet, saya tidak tahu hidup sehari-hari mereka seperti apa. Tapi kemungkinan, mereka setiap hari mengikuti latihan. Latihan yang membutuhkan disiplin yang tinggi. Ini juga yang saya kagumi. Tapi…jangan salah! Bukan hanya atlet saja yang dituntut disiplin yang tinggi dalam kehidupannya. Saya yakin semua bidang, profesi apapun saudara lakukan saat ini, membutuhkan disiplin.


   Disiplin saya bahasakan adalah membiasakan diri untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa kita lakukan. Dan biasanya disiplin selalu mengarah kepada hal-hal yang membuat kemajuan dalam hidup kita. Disiplin biasanya mengarah kepada suatu kebaikan, dan secara khusus dalam firman Tuhan saat ini disiplin akan mengarah kepada penguasaan diri.  Kenapa kita harus menguasai diri? Seorang atlet sepak bola misalnya, harus menguasai dirinya supaya tidak terpancing oleh lawan dan berbuat hal yang tidak diinginkan seperti berbuat curang dengan menarik badan lawan yang sedang berusaha memasukkan bola ke gawang. Atau dengan sengaja membuat lawan jatuh sehingga tidak dapat memasukkan bola ke gawang tim kesebelasannya. Hal ini akan merugikan timnya sendiri karena akan diberi hukuman dari wasit seperti tendangan langsung ke gawang dari lawan yang dicurangi tadi. Dan sudah pasti karena jarak yang cukup dekat dengan gawang dan tanpa ada orang yang menghalangi, pasti bola yang ditendang akan masuk gawang dan membuahkan skor keuntungan kepada tim yang dicurangi tadi. Demikian juga dengan kita. Kita harus menguasai diri kita supaya tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan yang akibatnya akan merugikan diri kita sendiri. Dalam Amsal 17: 32  dikatakan: “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota”. Pada zaman dulu (zaman sekarang juga ) banyak terjadi peperangan. Bangsa yang lebih kuat akan memerangi bangsa yang lemah dan biasanya kota atau wilayahnya akan dikuasai mereka, dan ini membutuhkan kesiapan yang sangat matang. Banyak hal yang mereka persiapkan dan lakukan dalam peperangan itu sampai mereka dapat merebut /menguasai daerah atau wilayah tersebut.

   Firman Tuhan mengatakan:" …orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota”. Saudara, orang yang merebut kota kuat, tapi orang yang menguasai diri lebih kuat dari orang yang merebut kota. Tuhan mau kita menjadi orang yang kuat. Menjadi kuat bukan untuk melawan orang lain, memerangi orang lain, mencurangi orang lain, tetapi menjadi kuat karena mampu menguasai diri dalam melawan dosa-dosa, keinginan daging yang bertentangan dengan firman Tuhan. Dalam kehidupan kita di dunia ini, sebenarnya kita sama seperti atlet yang selalu bertanding. Kita bertanding bukan untuk mendapatkan hadiah uang yang banyak atau medali emas, perak, atau perunggu, tetapi kita bertanding untuk mendapatkan hadiah/mahkota yang abadi. Hadiah/Mahkota kehidupan yang kekal di sorga yang indah dan senang. Untuk mendapatkan hadiah atau mahkota tersebut, selain kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, dan keselamatan itu adalah anugerah yang diberikan Yesus kepada kita. Sebagai ucapan syukur kita kepada-Nya,  kita harus juga melakukan perintah-perintah-Nya dalam hidup kita. Firman Tuhan saat ini mengajarkan kepada kita tentang  hal “penguasaan diri”.  Paulus melukiskannya bahwa jikalau kita gagal menggunakan penguasaan diri, penyangkalan diri dan kasih dalam hubungan kita dengan orang lain, kita sendiri akan ditolak. Paulus menuliskannya dalam ayat selanjutnya, ayat 27: “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak”.

    “Ditolak” terjemahan dari bahsa asli “adokimos” mengandung arti “gagal dalam ujian”. Paulus menyatakan bahwa Kristus tidak tinggal di dalam “seorang yang gagal dalam ujian” (adokimoi). Paulus menyadari bahwa ada kemungkinan dia bisa gagal untuk memperoleh warisan  /mahkota yang abadi jika ia berhenti hidup kudus, melaksanakan penguasaan diri, dan bertahan dalam kesukaran-kesukaran hidup karena Kristus. Saudara, mari kita belajar seperti rasul Paulus, hidup kudus, menguasai diri,dan bertahan hidup dalam kesukaran karena Kristus, supaya kita mendapatkan hadiah/mahkota yang abadi. Akan ada orang yang dekat dengan kita yang membuat kita marah, kita tergoda untuk melakukan hal yang sama bahkan lebih. Tapi ingat! Kuasailah diri. Latihlah diri kita untuk menahan segala hal yang membuat kita berdosa. Jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita, kita cenderung untuk membalas, bahkan lebih. Kita berpikir bahwa kita tidak salah, jadi wajar kalau kita membalas kejahatan yang ia lakukan kepada kita, dan kita merasa puas. Tapi Tuhan tidak mengajarkan demikian. Tuhan berkata bahwa" balaslah kejahatan dengan kebaikan". Jika saudara adalah seorang atlet, berusahalah/berlatihlah, bukan hanya untuk mendapatkan piala yang di dunia ini saja, tetapi juga piala yang abadi/kekal di sorga. 
 Selamat bertanding, selamat berjuang, Tuhan menyertai! Amin!